Growth Asia Kembangkan PLTU Biomassa

15 Agustus, 2012 at 11:37 1 komentar

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik meresmikan dua unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) biomassa di Kawasan Industri Medan (KIM) .Hadir dalam kesempat-an ini Direktur Operasi PT PLN Indonesia Bagian Barat Hary Jaya Pahlawan, GM PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Krisna Simba Putra,dan  Chairman & CEO Growth Steel Group Fadjar Suherman.

Pihak KESDM segera mengeluarkan peraturan tentang harga jual yang lebih mahal untuk pembangkit listrik yang terbuat dari sampah perkotaan.

“Pembuatan peraturan itu terkait  pada keberhasilan PT Growth Asia di Medan yang berhasil membuat Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Biomassa,” ungkapnya

Proyek power plant Biomassa 2×15 megawatt (MW) itu dibiayai PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan total untuk tujuh proyek serupa sekitar Rp575 miliar.

Dengan power plant Biomassa itu, Growth Asia, bukan saja berhasil meme-nuhi kebutuhan energi di perusahaannya, melainkan juga menjual ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Keberhasilan Growth Asia, kata Menteri ESDM itu, harus menjadi contoh baik dalam menjalankan program peme-rintah yang berupaya menekan anggaran subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) dan listrik, menekan pencemaran dengan mengurangi efek rumah kaca, serta penanganan sampah perkotaan.

Saat ini  Biomassa dihargai oleh PLN sudah Rp975,00 per kwh dari sebelumnya Rp600,00 per kwh. Kalau masyarakat mau mengolah sampah menjadi listrik, Indonesi akan  bebas dari krisis energi, beban subsidi tidak ada lagi dan industri bertumbuh, melainkan juga problem  sampah yang selama ini menjadi permasalahan besar bagi pemerintah provinsi, pemerintah kota dan kabupaten akan tertanggulangi.

Dijual ke PLN
PT Growth Asia, anak usaha Growth Steel Group, perusahaan dengan bisnis inti industri baja terintegrasi, berencana menjual kelebihan daya listrik (excess power) sebesar 20 megawatt dari pembangkit listrik tenaga biomassa di Medan, Sumatera Selatan ke PT PLN (Per-sero).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, mengatakan total listrik yang dijual ke PLN sekitar 66,7% dari total kapasitas pembangkit tersebut 30 megawatt. PLN membeli listrik tersebut dengan harga Rp 975 per kilowatthour. Dengan harga rata-rata solar industri Rp 10 ribu per liter, PLN dapat menghemat biaya produksi listrik Rp 621  milyar per tahun.

Dengan penguasaan teknologi sistem fabrikasi peralatan pembangkit dan tenaga kerja milik sendiri, PT Growth Asia telah mampu menciptakan pembangunan pembangkit biomassa dengan kan-dungan lokal yang mencapai 70%.

“Kami harap ada investor lainnya yang berminat membangun pembangkit sejenis, dan pada akhirnya akan membantu meningkatkan pasokan listrik di wilayah Sumatera Utara,” ungkap Wacik.

Sebelumnya,  PT Growth Sumatera Industry, anak usaha Growth Steel Group lainnya, telah menjual kelebihan daya listrik 15 megawatt ke PLN wilayah Sumatera dari dua pembangkit yang dibangun pada tahun 2008 dan 2010 dengan total kapasitas 30 megawatt.

CEO Growth Steel, Fajar Suherman menambahkan PLTU biomassa 2x 15 MW ini dibangun tahun 2011 dengan menggunakan bahan bakar dari energi terbarukan yaitu cangkang sawit, tebu, sekam padi, tongkol jagung, ampas-ampas tepung tapioka hingga serbuk kayu (waste power energy) karet. Untuk sampah biomassa itu dengan kapasitas 2×15 MW membutuhkan minimal 600 ton per hari.

“Semua sampah biomassa bisa kita gunakan, cuma paling banyak memang dari cangkang sawit,” katanya. Kendala selama ini banyak cangkang sawit dieks-por sehingga waktu panen produksi cangkangnya jadi rendah yang gilirannya untuk menghasilkan energi listrik berkurang. Oleh karena itu perlu ada tambahan dari sampah biomassa lainnya.

Selain di KIM 3, pihaknya menargetkan setiap tahun dibangun enam PLTU biomassa di Indonesia antara lain di Jambi, Pontianak, Banjarmasin dan Palembang. “Kita akan bangun lebih banyak lagi di Indonesia,” jelasnya . Listrik dari  sumber energi terbarukan ini cukup menjanjikan mengingat sampah biomassa selalu tersedia apalagi Indonesia sebagai negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia. Untuk membangun PLTU dengan kapasitas 2 x 15 MW membutuhkan dana sedikitnya Rp220 miliar.

Di Sumut terdapat perkebunan kelapa sawit dan daerah pertanian lainnya, termasuk industri kayu sehingga dengan adanya PLTU biomassa mampu menyerap sampah biomassa tersebut.

Ia berharap apa yang dilakukan Growth Steel Group ini mampu mendorong investor lain untuk memba-ngun PLTU biomassa sejenis yang akhirnya akan membantu meningkatkan pasokan  listrik di Sumut.

Sementara itu, Direktur Operasi PLN Indonesia Bagian Barat Hary Jaya Pahlawan mengatakan pembangunan PLTU biomassa ini akan menambah daya listrik PLN, khususnya di Sumatera Bagian Utara.

Di Sumut, kata Hary, ada 60 pabrik kelapa sawit (PKS) yang menghasilkan cangkang sawit untuk energi PLTU biomassa. “Sampah cangkang sawit ini bisa dimanfaatkan oleh investor lain untuk bisa membantu menambah energi listrik,” jelasnya.

Memang dari sisi daya yakni 15 MW-20 MW tergolong kecil. Namun jika banyak investor melakukan hal sama maka akan menambah daya listrik di Sumbagut yang saat ini total sekira 1.500 MW, hampir imbang dengan kebutuhan saat beban puncak.

Jelang Ramadhan
GM PT PLN (Persero) Wilayah Sumut Krisna Simba Putra mengungkapkan  menjelang bulan suci Ramadhan ini pihaknya menjaga kualitas listrik agar aman sehingga diharapkan tidak ada pemadaman.

Namun,karena daya dan kebutuh-an saat beban puncak hampir sama, sehingga jika ada satu mesin saja yang rusak atau ada bencana alam maka dapat mengancam listrik akan padam.

“Tapi jauh hari kita sudah siapkan mesin dalam operasi yang baik sehingga diharapkan tidak ada pemadaman saat bulan Ramadhan dan hari besar keagama-an lainnya hingga akhir tahun dan awal tahun depan,” katanya.

Listrik dari PLTU biomassa 20 MW dari Growth Steel Group ini sudah masuk sistem dua minggu lalu sehingga ada tambahan daya untuk kelistrikan Sumbagut.

 

sumber:

kompas

listrik 2012

About these ads

Entry filed under: Berita lokal, Energi Alternatif. Tags: , .

Pemerintah keluarkan rencana aksi penurunan emisi Aqua Group beri penghargaan generasi Gemas

1 Komentar Add your own

  • 1. Anonymous  |  3 Januari, 2013 pukul 21:26

    emmmm ga perhatikan kesehatan yg disekitarnya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Agenda


Indogreen Forestry Expo 2011
Waktu: S14-17 April 2011
Lokasi: Assembly Hall, Jakarta Convention Center
Informasi: www.indogreen-ina.com


Pos-pos Terakhir

Statistik pengunjung

  • 5,810 klik

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 165 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: